Metode Turki Utsmani Untuk Yang Berniat Menghafal 30 Juz dengan Mutqin

Metode Turki Utsmani disebut juga dengan metode urut mundur, sebab menghafal Al-Qur’an dengan metodeTurki Utsmani memiliki urutan menghafal yang tidak lazim menurut metode umum. Jika metode menghafal pada umumnya memulai hafalan dari halaman pertama (dari juz yang akan dihafal), maka menghafal dengan sistem Turki Utsmani dimulai dari halaman terakhir (halaman ke-20 dari setiap juz)

Sejarah Metode Menghafal Al-Qur’an Turki Utsmani

Metode Menghafal Al-Qur’an Turki Utsmani merupakan salah satu metode menghafal AlQur‟an yang diterapkan sejak kekhalifahan Turki Utsmani. Sehingga Metode ini biasa digunakan oleh orang-orang turki, selain itu juga wilayah Daulah Ustmaniyah seperti Bosnia Herzegovina, dan sampai sekarang pun metode ini masih dipergunakan dalam menghafal Al-Qur‟an. Barangkali metode tahfizh Al-Qur‟an yang paling unik di dunia adalah metode Utsmani yang umum dipakai oleh umat Islam di Turki.

Metode Utsmani terhitung sangat “aneh” dan unik, namun terbukti telah mencetak puluhan ribu hafizh mutqin dan hafizah mutqinah. Dalam buku karya Dr. Yahya bin Muhammad Abdurrazaq, beliau telah menanyakan metode ini terhadap ulama‟ istambul, lalu mereka mengatakan bahwa metode seperti inilah yang diwarisi oleh ulama‟ terdahulu, metode ini sesuai dengan kaidah menghafal Al-Qur‟an, sehingga kebanyakan orang-orang Turki hanya mengenal ini.  

Untuk yang mendirikan pertama kali metode menghafal turki ustmani ini memang tidak dijelaskan secara pasti. Namun, Metode menghafal turki ustmani ini dibawa oleh Syeh Sulaiman Hilmi Tunahan. Beliau adalah tokoh Islam yang hidup pada masa pemerintahan Mustafa Kemal at-Tartuk. Beliau berdakwah dan mendirikan madrasah secara sembunyi-sembunyi karena pada masa itu dilarang menyebarkan dakwah Islam. Beliau pernah dipernjara karena dianggap menentang pemerintahan. Namun, berkat doa, kesabaran, usaha, kerja keras dan dukungan dari muridnya, akhirnya beliau mendirikan Pesantren yang dibernama Sulaimaniyah. Beliau hidup di tiga masa yaitu pertama, pada masa kekhalifahan turki ustmani sebagai murid. Kedua, kekhalifahan turki ustmani sebagai ustadz. Ketiga, ketika masa pergantian kekhalifahan turki ustmani menjadi Negara Turki.

Istilah dalam Metode Menghafal Turki Utsmani

Dalam menghafal Al-Qur‟an dengan menggunakan metode turki ustmani terdapat beberapa istilah yaitu :

a. Putaran

Putaran merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk sejumlah halaman yang terdiri dari 20 halaman yang merupakan halaman ke sekian dari setiap juznya dimulai dengan halaman terakhir sebagai putaran pertama. Jadi, dalam metode turki utsmani yang menjadi patokan untuk mengetahui sejauh mana hafalannya adalah menggunakan jumlah   putarannya bukan jumlah juznya. Misalnya, halaman ke-20 dari setiap juz sama dengan putaran pertama, halaman ke-19 berarti putaran kedua, halaman ke-18 berarti putaran ketiga dan seterusnya.

b. Halaman baru

Halaman baru merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk sejumlah halaman baru yang akan di tasmi‟kan kepada ustadnya.

c. Halaman Lama

Halaman lama merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk sejumlah halaman yang sudah ditasmi‟kan kepada ustadnya (pada putaran sebelumnya) yang akan kembali ditasmi‟kan beserta halaman barunya (pada putaran berikutnya).

Target Hafalan

Menghafal Al-Qur‟an dengan metode turki utsmani ditargetkan menyetorkan 1 halaman setiap hari. Sehingga butuh 1 bulan untuk menghafalkan 30 halaman. Salah satu kelebihan dengan metode ini adalah akan mendapatkan hafalan yang kuat hingga tahu letak ayat dan halamannya. Namun, apabila penghafal Al-Qur‟an tidak sabar untuk menyelesaikan hafalannya hingga akhir Al-Qur‟an, maka ia hanya hafal beberapa potong juz dari Al-Qur‟an yang tidak berkaitan antara satu dengan yang lain. metode ini sulit direalisasikan secara parsial (sebagian) tetapi mudah jika dilaksanakan secara sempurna dalam jangka waktu dua tahun penuh.

Pesiapan Sebelum Menghafal

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan sebelum menghafal Al-Qur’an dengan metode ini:

  1. Menjaga kebersihan : jasmani (termasuk menjaga kehalalan makanan), ruhani dan tempat.
  2. Ta’dzim terhadap Al Qur’an (menyentuhnya dalam kondisi berwudhu, meletakkan di tempat yang baik) dan asatiz/guru.
  3. Memahami keutamaan menghafal Al-Qur’an

Hal-hal yang harus dilakukan sebelum mulai menghafal:

  1. Membaguskan makhorijul huruf dan tahsin, agar lebih mudah menghafal dan benar.
  2. Memperbanyak tilawah qur’an sampai bisa membaca dengan tartil (membaca dengan tempo lambat/pelan), tadwir(sedang), hadr(cepat)

Keistimewaan metode ini, secara psikologis, kita menghafal hanya 20 halaman. Mengapa bisa begitu? Berikut penjelasannya.

Teknis/urutan menghafal dengan metode Turki Utsmani

Tahap/putaran satu:

  1. Hafalkan halaman 20 dari juz 1, setorkan.
  2. Hafalkan halaman 20 dari juz 2, setorkan.
  3. Hafalkan halaman 20 dari juz 3, setorkan.
  4. Dan seterusnya sampai juz 30.
  5. Selesai satu tahapan,disebut satu putaran, hafal halaman 20 setiap juz, harus benar-benar tidak ada kesalahan, karena ini sebagai pondasi. Setelah putaran satu disetorkan semua, kemudian diuji. Setelah dinyatakan lulus, tanpa kesalahan, dilanjutkan menghafalkan putaran kedua.

Tahap /putaran kedua:

  1. Hafalkan halaman 19 dari juz 1, setorkan halaman 19 dan 20 dari juz 1.
  2. Hafalkan halaman 19 dari juz 2, setorkan halaman 19 dan 20 dari juz 2
  3. afalkan halaman 19 dari juz 3, setorkan halaman 19 dan 20 juz 3
  4. Dan seterusnya sampai juz 30, selesai putaran kedua.
  5. Selesai putaran kedua, dilanjutkan putaran ketiga.

Tahap/putaran ketiga:

  1. Hafalkan halaman 18 juz 1, setorkan halaman 18, 19, 20 dari juz 1.
  2. Hafalkan halaman 18 juz 2, setorkan halaman 18, 19, 20 dari juz 2.
  3. Hafalkan juz 18 juz 3, setorkan halaman 18, 19, 20 dari juz 3.
  4. Dan seterusnya sampai juz 30, selesai putaran ketiga.
  5. Selesai putaran ketiga, dilanjutkan putaran keempat, kemudian putaran kelima.

Setelah selesai setoran putaran kelima, maka disetor ulang putaran 1 sampai dengan 5, kemudian diujikan. Jika lancar, bisa dilanjutkan ke putaran 6, kalau belum lancar, maka dilancarkan dulu.

Setoran ulang dan ujian kembali dilakukan di putaran ke 10, 15 dan 20.

Dari penjelasan di atas kita perhatikan, tidak ada istilah hafalan baru atau hafalan ulang (muroja’ah) yang terpisah, semua jadi satu. Setoran halaman putaran baru sekaligus hafalan halaman sebelumnya dari setiap juz.

Dengan sistem seperti itu, wajar jika hafalannya masuk kategori mutqin.

Satu hal lagi, metode ini hanya cocok untuk yang sungguh-sungguh berniat menghafal 30 juz. kalau Anda tidak menyelesaikan seluruh putaran maka hafalan Anda hanya sepotong-sepotong saja.

Tinggalkan komentar